Analisa Beak Even

Posted: Juni 8, 2011 in Uncategorized

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang Masalah

Manajemen perusahaan harus memiliki kemampuan didalam melihat kemungkinan dan kesempatan di masa yang akan datang, didalam merencanakan masa depan perusahaannya sedapat mungkin semua kemungkinan dan kesempatan di masa yang akan datang telah disadari dan direncanakan bagaimana menghadapinya sejak sekarang.  Perencanaan bisa diartikan sebagai spesifikasi dari tujuan-tujuan perusahaan yang ingin dicapai serta cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

Ukuran yang sering kali dipakai untuk menilai sukses tidaknya manajemen adalah melalui laba yang dihasilkan perusahaan.  Sedangkan laba terutama dipengaruhi oleh tiga faktor:  harga jual produk, biaya dan volume penjualan.  Dari ketiga faktor tersebut volume penjualan langsung berpengaruh terhadap volume produksi dan volume produksi berpengaruh terhadap biaya.  Oleh karena itu di dalam perencanaan laba analisis hubungan biaya, volume dan laba memegang peranan yang sangat penting dalam pemilihan alternatif tindakan dan perumusan kebijaksanaan untuk masa yang akan datang.

Hubungan antara biaya, volume penjualan dan laba dapat dianalis melalui analisa Break Even Point (BEP) atau analisis pulang pokok.  Atau dengan kata lain Analisis Break Even Point merupakan alat bantu untuk mengetahui atau merencanakan pada volume produksi atau volume penjualan berapa perusahaan dalam posisi impas yaitu, suatu keadaan dimana suatu usaha tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian.  Dengan diketahuinya titik impas tersebut dapat direncanakan tingkat volume produksi atau volume penjualan yang akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.  Agar tidak menderita kerugian perusahaan harus mengusahakan volume penjualan minimum berada pada titik impas.  Dalam hal ini CV. NOVA FURNITURE berusaha menentukan harga jual yang kompetitif, mengingat banyaknya industri furniture sejenis dengan similiritas produk yang ditawarkan khususnya di wilayah Surakarta & Jogyakarta.

Untuk mencapai jumlah keuntungan tertentu manajemen perusahaan dapat melakukannya melalui dua cara, yaitu :  dengan menentukan menentukan besarnya harga jual per unit dan yang kedua dengan menentukan besarnya jumlah unit produk yang dijual.  Penentuan besarnya harga jual per unit berpengaruh pada besarnya keuntungan per unit produk yang dijual sedangkan dengan jumlah unit yang dijual tertentu akan berpengaruh terhadap total keuntungan yang diperoleh perusahaan.  Memfokuskan pada masalah bagaimana merencanakan penjualan yang menguntungkan perusahaan, penulis mengambil judul “ ANALISIS PERENCANAAN PENJUALAN DALAM RANGKA MENCAPAI LABA PADA CV. NOVA FURNITURE PALUR – KARANG ANYAR.

B.  Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

    1. Bagaimana perencanaan penjualan dan biaya yang digunakan CV. Nova Furniture untuk melakukan produksi periode 2003.
    2. Berapa tingkat penjualan tahun 2003 yang harus dicapai agar mencapai tingkat Break Even Point dan berapa tingkat penurunan yang dapat diterima sehingga perusahaan tidak rugi/laba.
    3. Berapa Volume penjualan yang harus dicapai agar diperoleh laba yang direncanakan.
  1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah tersebut maka tujuan yang hendak dicapai dalam  penelitian ini adalah :

    1. Untuk mengetahui volume penjualan pada periode 2003 berikut biaya yang diperlukan dalam proses produksi.
    2. Untuk mengetahui tingkat penjualan dalam kondisi Break Even serta penurunan volume penjualan yang masih dapat diterima agar perusahaan masih dalam keadaan Break Even.
    3. Untuk mengetahui volume penjualan yang sesuai dengan laba yang telah direncanakan.
  1. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :

    1. Bagi perusahaan dalam hal ini CV. Nova Furniture sebagai sumbangan pemikiran yang dapat dipertimbangkan dalam perencanaan penjualan.
    2. Bagi kalangan akademisi, diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan, pengetahuan serta memberi informasi atau masukan bagi penelitian sejenis.
    3. Sebagai bahan masukan untuk mengadakan penelitian sejenis.

 

Forecast Penjualan

  1. Kerangka Pemikiran

Volume Penjualan yang akan datang

(range peramalan)

Rencana Produksi

(Stabilitas Produksi)

(vol penj + pers. Akhir  – pers awal)

BIAYA

BEP

LABA
Biaya Tetap

Biaya Variabel

Rencana Penjualan

GAMBAR 1.1 KERANGKA PEMIKIRAN

 

Berdasarkan data historis penjualan masa lalu, data-data tersebut diolah dengan trend kuadratik  untuk memperoleh estimasi volume penjualan yang akan datang. Hasil peramalan/trend dibandingkan dengan volume penjualan riil selama periode yang dianalisa agar didapatkan range volume penjualan/besarnya penyimpangan penjualan yang diramalkan dengan penjualan riil, baik batas penyimpangan tertinggi maupun terendah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi ketidakakuratan peramalan penjualan mengingat volume penjualan bisa berubah dengan sangat fluktuatif.

Berdasarkan ramalan volume penjualan, ditentukan besarnya rencana produksi dan metode yang digunakan adalah stabilitas produksi yaitu jumlah barang yang diproduksi pada kisaran yang relatif stabil untuk tiap periode, besarnya jumlah barang yang diproduksi adalah rencana penjualan + pers. Akhir yang diiginkan – persediaan awal dari periode lalu.  Berdasarkan rencana produksi ditentukan perencanaan biaya, yaitu biaya variabel diperoleh dari pengalikan tariff biaya variabel/unit dengan volume produksi, biaya tetap diperoleh dari ramalan biaya tetap berdasarkan data historis biaya dan biaya semi variabel dipisahkan ke dalam biaya tetap dan variabel.  Setelah itu data rencana penjualan dan biaya diguanakan dalam analisa BEP untuk dapat diketahui  volume penjualan pada titik impas, margin of safety (MOS) dan volume penjualan minimum.  Berdasarkan laba yang direncanakan bisa diketahui volume penjualan yang harus dicapai sehingga perusahaan bisa merencanakan penjualan untuk periode yang akan datang.

  1. Metode Penelitian

    1. Ruang lingkup Penelitian

Mencakup perencanaan penjualan furniture dalam hal ini bookcase CA 60 mewakili range colonial dan bookcase HBO 4 mewakili range Havana.  Range Colonial dan Range Havana dibedakan atas dasar perbedaan proses finishing dimana Colonial menggunakan finishing serlak sedangkan Havana menggunakan finishing spray/NC-Melamine.

    1. Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya
      1. Volume Penjualan

Jumlah furniture yang dijual oleh perusahaan per tahun dan diukur dalam satuan unit, dalam hal ini sample yang diambil adalah Bookcase / CA 60 mewakili Colonial range dan Bookcase / HBO 4 mewakili Havana Range.

      1. Harga Jual

Harga per Unit Book case CA 60 dan HBO 4 yang ditetapkan oleh perusahaan untuk dijual kepada para konsumen yang dinyatakan dalam rupiah per unit.

      1. Penjualan

Nilai yang diperoleh perusahaan dari transaksi pembelian Bookcase CA 60 dan HBO 4 oleh konsumen yang dinyatakan rupiah per unit.

 

      1. Biaya Tetap

Biaya yang jumlah total tetap konstan, tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkat tertentu yang diukur dalam satuan rupiah.

      1. Biaya Variabel

Biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding atau proporsional dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas. Diukur dalam satuan rupiah persatuan.

      1. Laba

Keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan Bookcase CA 60 dan HBO 4 setelah dikurangi dengan total biaya yang diukur dalam satuan rupiah.

    1. Teknik Pengumpulan Data
      1. Wawancara

Metode ini dilakukan dengan cara mengadakan wawancara langsung kepada pimpinan dan karyawan perusahaan yang diteliti.

      1. Observasi

Adalah dengan mengadakan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti.

      1. Study Kepustakaan

Yaitu penelitian dengan cara mencatat bahan-bahan yang diperlukan dari buku-buku literature, catatan kuliah serta bacaan lainnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

    1. Sumber Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh CV. Nova Furniture yang keseluruhannya berupa data sekunder. Data Sekunder ini adalah :

      1. Gambaran umum perusahaan
      2. Jumlah Produksi tahun 2002
      3. Harga jual per unit tahun 1998 – 2002
      4. Jumlah penjualan per tahun dari tahun 1998 – 2002
      5. Jumlah perincian biaya dari tahun 1998 – 2002
    1. Teknik Analisis Data
      1. Forecast Penjualan

Untuk mencari estimasi volume penjualan pada periode yang akan datang dianalisis dengan trend parabolic,  (Djarwanto, 1993 : 285)

Y = a + bX + cX2

Dimana :

a = Nilai Y apabila X = 0

b = Trend increment

c =  perubahan pada kecondongan per unit x, yaitu 1 tahun

Rumus untuk mendapatkan nilai a, b dan c adalah :

2  Y = + 4

Dari volume penjualan yang diramalkan per periode kemudian dibandingkan dengan penjualan riil pada periode yang bersangkutan untuk didapat selisih/penyimpangan penjualan tertinggi dan terendah.

      1. Pemisahan Biaya Semi Variabel

Untuk memisahkan komponen biaya semi variabel kedalam komponen biaya tetap dan biaya variabel.

Metode yang digunakan adalah kuadrat terkecil atau linier least square method ( Mulyadi, 1981 : 44)

b =

a =

Dimana  a    = unsur biaya tetap

b    = unsur biaya variabel

c.  Perencanaan Biaya Variabel

Untuk mengetahui besarnya biaya variabel pada periode yang akan datang.

  1. Biaya bahan baku

Volume produksi x harga per unit bahan baku.

  1. Biaya finishing

Volume produksi x tarif biaya finshing per unit

  1. Biaya tenaga kerja langsung

Volume produksi x tarif upah tenaga kerja/unit

  1. Biaya Inland/ distribusi container ke pelabuhan muat

Unit barang dijual x tarif biaya inland per cubikasi barang

    1. Perencanaan Biaya Tetap

Untuk mengetahui besarnya biaya tetap pada periode yang akan datang . Bila masih dalam batas relevant range maka biaya tetap tidak berubah. Relevant range adalah suatu interval kapasitas dan interval waktu dari biaya yang masih dapat di perhitungkan secara benar.

    1. Analisis Break Even

Untuk mengetahui tingkat penjualan dalam keadaan break even, digunakan analisis sebagai berikut :

  1. Metode Matematis
    1. BEP dalam rupiah ( S. Munawir, 1986 :189)

BEP =

    1. BEP dalam unit ( bambang Riyanto, 1995 : 283)

BEP =

  1. Metode Grafik

BEP
Garis Penjualan
Biaya variabel
garis biaya total
rugi
Garis Biaya Tetap
Biaya dan
Penghasilan
Volume Penjualan

GRAFIK 2.1 BREAK EVEN POINT

 

    1. Analisis Margin Of Safety

Untuk mengetahui tingkat penjualan yang aman bagi perusahaan .

 

MOS =    %

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s